Selasa, 07 Agustus 2018

Teman Dalam Kegelapan

Assalamualaikum
Hari ini aku menampilkan sebuah karangan buatanku.
selamat membaca ;)


Kegelapan adalah suatu hal yang tak dapat diusir dari kehidupan, cahayalah yang dapat sementara menghilangkan kegelapan tersebut. Namun jika cahaya itu meredup, akan kembali lagi kegelapan dalam kehidupan. 


Teman Dalam Kegelapan

       Hari pertama aku sebagai siswi baru disebuah sekolah menengah atas. Sekolah itu tepat berada di pinggir jalan raya. Suatu ketika saat aku menyebrang menuju sekolah, temanku berteriak memanggilku dari belakang, sontak aku menoleh, tiba_tiba dari arah kanan terdapat mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak diriku yang terhenti karena temanku memanggil. Kecelakaan tersebut mengakibatkan aku menjadi buta.
      Hari-hari kulalui dengan berdiam diri di rumah.Bukannya keluarga tidak ingin aku dioperasi, tetapi belum ada orang yang ingin mendonorkan matanya untukku.  Jika dilihat dari segi ekonomi, sebenarnya keluargaku mampu untuk melakukan operasi, karena kakakku adalah seorang sekretaris dari perusahaan ternama dan ibuku seorang dosen di sebuah universitas, sedangkan ayahku meninggal beberapa tahun lalu.
       Suatu hari ibu memberiku sesuatu yaitu seorang teman yang akan menemaniku dalam kegelapan ini, alasannya karena ibu & kakakku jarang dirumah juga agar aku tidak kesepian.
       Saat aku sedang sendirian, tiba-tiba terdengar suara "Hai, Kemala". Sontak aku terkejut dengan suara itu.
       "Siapa disana?"
       "Aku adalah seorang teman yang ibumu berikan"
       "Oh, siapa namamu?"
       "Namaku Dirga".
       Dari sanalah akhirnya kami berteman. Kehadiran Dirga membuatku bahagia. Kami selalu menghabiskan waktu bersama. Hingga tiba waktunya ada orang yang ingin mendonorkan matanya untukku.
       "Dirga, sebentar lagi aku akan melihatmu".
       "Aku turut senang, tapi nanti jika kamu sudah bisa melihat, kamu harus berjanji untuk selalu ceria dan bahagia walaupun aku tidak ada disampingmu lagi".
       "Apa katamu? Aku tidak mengerti?".
       "Pokoknya kamu harus berjanji untuk selalu bahagia".
       Hari yang ditunggu pun akhirnya tiba. Aku sudah selesai dioperasi dan duduk diatas kasur rumah sakit. Setelah selesai membuka perban dimataku, dokter menyuruhku membuka mata dengan perlahan-lahan. Mataku mulai melihat berkas-berkas cahaya, perlahan-lahan terlihat jelas. Pertama kulihat ibu dan kakak yang sedang berdiri tepat didepanku sambil meneteskan air mata kebahagiaan, kemudian mereka memelukku. Beberapa lama kemudian aku teringat Dirga.
       "Bu, dimana Dirga?"
       "Oh, iya sebentar". (lalu memberikan sebuah boneka anak laki-laki kepadaku)
       "Boneka siapa ini?"
       "Inikan Dirga"
       "Hah?! Dirga boneka?!"
       "Iya, Dirga ini boneka pemberian ayahmu waktu kamu kecil, ibu sudah lama menyimpannya di gudang dan akhirnya ibu berikan kepadamu".
       Aku bingung dengan omongan  ibu, lalu aku menatap boneka itu dan betapa terkejutnya aku saat melihat bibir boneka itu seolah-olah mengucapkan "SELAMAT TINGGAL KEMALA". Seketika suasana menjadi menakutkan dan membuatku merinding.
END

Itulah cerita karanganku semoga pembaca sekalian menyukainya.
Wassalamualaikum.
Jangan lupa coment ya!